Islamophobia, Mengapa ?

Home/Artikel Islam/Islamophobia, Mengapa ?

Islamophobia, Mengapa ?

Islam, nama agung agama ini sangat erat dengan nilai dan tema kedamaian, keselematan, kemerdekaan, cinta dan keadilan. Nilai dan tema ini sangat jelas tergambar lewat lima point yang menjadi tujuan inti dari seluruh syari’at agama, baik perintah maupun larangannya. Kelima point tersebut selanjutnya diistilahkan dengan sebutan ad dharuuriyaatu al khams, yaitu;

1. Menjaga agama
2. Menjaga akal
3. Menjaga jiwa
4. Menjaga harga diri, nasab dan keturunan
5. Menjaga harta

Kelima poin ini dijadikan sebagai inti dari ajaran agama karena pada kelima poin inilah sesungguhnya letak dari hakikat keberadaan manusia sebagai makhluk yang dimuliakan. Maka sebagaimana manusia tanpa jiwa adalah bangkai, demikianlah juga manusia tanpa agama, tanpa akal, tanpa harga diri, dan tanpa hak dari harta yang dimilikinya ; tidak ubahnya seperti jasad kaku, tinggal menunggu waktu untuk kemudian hancur dan lebur bersama tanah. Sebaliknya, jika seorang terjaga agama, akal, jiwa, harga diri, nasab, keturunan dan hartanya; disaat itulah mereka akan sampai pada kesempurnaan dalam kapasitasnya sebagai mahkluk dari Dzat yang Maha Agung dan Maha Sempurna.

Adakah manusia yang tidak mau menggapai kesempurnaan itu ?. Seluruh manusia pasti ingin menggapainya. Namun adakah jalan untuk menggapainya semudah anda mengucapkan kata “mudah” itu sendiri ?. Hmm, ingat saudaraku, hidup ini adalah ujian yang pasti memiliki tingkat beban dan kesulitan tertentu. Maka sebagaimana untuk lulus ke sebuah Perguruan Tinggi -misalnya- butuh kesungguhan dan perjuangan, demikianlah untuk lulus dari ujian dunia ini butuh kesungguhan dan perjuangan yang tidak sedikit. Betapa tidak wahai saudaraku, sedangkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda;

حُفَّتِ الْجَنَّةُ بِالْمَكَارِهِ، وَحُفَّتِ النَّارُ بِالشَّهَوَاتِ

“Surga itu dikelilingi dengan hal yang tidak disukai oleh hawa nafsu. Adapun neraka, maka ia dilingkupi dengan segala hal menggiurkan yang disenangi oleh hawa nafsu.”. (HR. Muslim)

Hawa nafsu, inilah hal yang menggelincirkan banyak orang hingga keluar dari fitrah kemanusiaannya. Hawa nafsu berupa keserakahan, keinginan untuk hidup bebas tanpa aturan, keinginan untuk menjadi yang terunggul dalam waktu yang sesingkat-singkatnya, keinginan untuk menguasai seluruh milik orang lain, keinginan untuk hidup senang tanpa saingan, dan seterusnya. Hawa nafsu demikian ini yang menjadi titik lemah manusia, yang selanjutnya dimanfaatkan oleh iblis untuk merekrut dan mengkader pengikut-pengikutnya dari kalangan jin dan manusia.
Dua poros berseberangan bertemu (poros Islam dan poros selainnya) dan akan terus berseteru hingga Allah menangkan agama dan para tentara Nya.

Dalam tradisi masyarakat jahiliyyah, orang-orang menuhankan berhala. Islam datang dan berkata, “Tiada Tuhan selain Allah.”. Dalam masyarakat jahiliyyah, mereka memilah manusia menurut strata sosialnya, budak dan orang merdeka. Islam datang dan berkata, “Orang yang paling mulia di sisi Allah adalah mereka yang bertakwa.”. Dalam tradisi masyarakat jahiliyyah, wanita adalah makhluk sekunder yang sangat banyak terdzhalimi. Islam datang dan berkata; “Orang yang paling berhak untuk diberikan bakti kepadanya adalah ibu, kemudian ibu, kemudian ibu, kemudian bapak.”. Dalam tradisi jahiliyyah, perilaku curang dan dzhalim adalah hal biasa. Islam datang dan berkata, “Celakalah orang-orang yang mengurangi takaran.”. Dalam tradisi jahiliyyah, para wanita keluar dengan menampakkan aurat atau sengaja memamerkan perhiasannya kepada laki-laki. Islam datang menutup sekecil apapun celah yang dapat merusak kehormatan mereka dan berkata, “wahai nabi katakana kepada istri-istrimu, dan kepada anak-anak perempuanmu, serta kepada seluruh wanita muslimah, agar mereka memakai hijab untuk menutup aurat-auratnya.”. Demikianlah, Islam datang untuk mengeluarkan manusia dari sisi gelap kehidupan kepada cahaya terang yang bertebar rahmat bagi seluruh alam.

Hal ini tentu saja membuat poros Iblis menjadi sangat tidak nyaman. Berbagai upaya mereka lakukan untuk menghalangi manusia dari cahaya tersebut; menuduh Rasulullah sebagai orang gila, menyatakan bahwa Al Quran adalah produk buatan manusia, menyatakan bahwa hadits adalah sumber yang tidak teruji validitasnya, menggiring opini dan memutar balik fakta, menanamkan kebencian dan rasa tidak percaya kepada para ulama dan orang-orang shaleh, menodai agama, menyatakan bahwa tradisi Islam adalah tradisi kuno yang akan menjadi penghambat terbesar bagi kemajuan dan peradaban manusia, berusaha menghilangkan seluruh syi’ar Islam dan menanamkan kebencian dan stigma negative terhadap syia’ar-syi’ar itu, membenci bahasa Arab, membenci hijab yang mereka identikkan dengan budaya Arab, hingga menanmkan ketakutan terhadap symbol terbesar kaum muslimin yaitu kalimat “laa ilaaha illallah”.

Inilah diantara perjuangan yang mereka lakukan untuk memudarkan dan melenyapkan cahaya Islam. Para penggiatnya adalah kader-kader iblis. Dan tujuan utama dari proyek pengkaderan maha besar itu, telah Allah jelaskan melalui pernyataan iblis yang merupakan pimpinan tertinggi proyek tersebut, disaat Allah memvonisnya sebagai makhluk terlaknat dan akan menjebloskannya ke dalam neraka jahannam. Iblis berkata;

فَبِمَا أَغْوَيْتَنِي لَأَقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيمَ (16) ثُمَّ لَآتِيَنَّهُمْ مِنْ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ أَيْمَانِهِمْ وَعَنْ شَمَائِلِهِمْ وَلَا تَجِدُ أَكْثَرَهُمْ شَاكِرِينَ

“Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus, kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat).”. (Al A’raaf; 16-17)

Para tentara iblis, mereka akan selalu ada ditengah-tengah kehidupan kita. Mengintip setiap celah kelemahan kita;

√ Tergesa-gesa,
√ Suka berada di zona nyaman,
√ Senang eksis dan terkenal,
√ Senang wanita dan harta,
√ Hasad dan iri,

Demikianlah beberapa titik lemah manusia, yang oleh Islam berusaha diperbaiki dan ditutup. Hal mana, membuat iblis dan bala tentaranya akan merasa tidak nyaman dan terus akan melakukan perlawanan dan revolusi. Apapun akan mereka lakukan dan berapapun nominal dana yang diperlukan untuk mengerjakan proyek maha dahsyat itu akan mereka keluarkan. Allah berfirman;

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ لِيَصُدُّوا عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ فَسَيُنْفِقُونَهَا ثُمَّ تَكُونُ عَلَيْهِمْ حَسْرَةً ثُمَّ يُغْلَبُونَ وَالَّذِينَ كَفَرُوا إِلَى جَهَنَّمَ يُحْشَرُونَ

“Sesungguhnya orang-orang kafir akan membelanjakan harta-harta mereka untuk menghalangi manusia dari jalan Allah. Mereka betul-betul akan membelanjakannya, namun kelak seluruh perjuangan mereka itu akan berbalik dan menjadi bumerang bagi mereka, dan mereka pun akan terkalahkan. Kelak, orang-orang kafir itu akan dikumpulkan ke dalam neraka jahannam.”. (Al Anfaal; 36)

Meski berada dalam kelompok yang berbeda-beda, namun gerakan para tentara iblis ini adalah satu, yaitu gerakan anti islam. Gerakan inilah yang dikenal dengan gerakan islamophobia. Gerakan ini muncul sebagai akibat dari adanya perang ideology antara kekufuran dan Islam. Kelompok ini tidak menginginkan kebebasan dan kesenangan duniawi mereka diusik oleh ideologi Islam yang memberangus ideology mereka. Keberadaan Islam di mata para kader iblis ini adalah ancaman besar bagi eksistensinya di dunia. Maka tidak heran, jika permusuhan mereka terhadap Islam dan kaum muslimin begitu keras, dan kedengkian yang mereka pendam di dalam hatinya jauh melebihi apa yang mereka nampakkan.

Olehnya, kenalilah para penggiat islamophobia ini, waspada dengan trik-trik mereka, bersabarlah terhadap gangguan mereka, berdoalah agar terus dikokohkan di atas jalan kebenaran, dan ingatlah bahwa kemenangan akan tetap berada bersama para tentara Allah. Allah berfirman;

إِنَّمَا وَلِيُّكُمُ اللَّهُ وَرَسُولُهُ وَالَّذِينَ آمَنُوا الَّذِينَ يُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَهُمْ رَاكِعُونَ (55) وَمَنْ يَتَوَلَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَالَّذِينَ آمَنُوا فَإِنَّ حِزْبَ اللَّهِ هُمُ الْغَالِبُونَ

“Sesungguhnya penolong kamu hanyalah Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman, yang mendirikan shalat dan menunaikan zakat, seraya mereka tunduk (kepada Allah). Dan barangsiapa mengambil Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman menjadi penolongnya, maka sesungguhnya kelompok pengikut (agama) Allah itulah yang pasti menang.”. (Al Maaidah; 55-56)

هُوَ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَى وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ

“Dialah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar Dia memenangkannya di atas segala agama-agama meskipun orang musyrik membenci.”. (As Shaf; 9)

Wallahul musta’an wa huwa hasbuna wa ni’mal wakiil.

Twitter kami

Recent Posts

Mari bergabung bersama 1500 santri yang sedang belajar dan berkembang di albinaa

Menjadi bagian dari perubahan global bersama albinaa.

2019-11-27T05:47:23+07:00