SD Islam Al Binaa 2018-08-25T14:07:28+00:00

SD Islam Al Binaa

A. MUQODDIMAH

Mengemban risalah dakwah bagi seseorang serta memilihnya sebagai jalan kehidupan di dunia untuk meraih ridho Alloh Subhanahu wa Ta’ala bukanlah perkara mudah dan gampang apalagi bila dikaitkan dengan ‘azam untuk mewaqafkan diri dengan mencurahkan semua waktu hanya untuk mengajak manusia kepada al-Qur’an dan as-Sunnah, situasinya jauh menjadi semakin sulit. Tetapi jalan ini sudah banyak ditempuh dan dilalui dengan sukses oleh banyak orang yang tidak terhitung lagi jumlahnya dan mereka sampai dengan selamat. Hal itu mengisyaratkan bahwa jalan ini walau mungkin ada banyak karang terjalnya, tetapi kiat dan solusinya sudah dipersiapkan dan diajarkan oleh Al-Kholiq Robbul’alamin. Dan bisa dipastikan kesuksesan yang sama akan dapat diraih oleh siapapun dengan syarat ia ridho dan patuh mengikuti ketentuan dan pedoman Alloh ﷻ dan Rosul-Nya ﷺ sebagaimana para pendahulunya dari para Nabi, as-Shiddiqin, as-Syuhadaa dan as-Sholihin.

Pesantren Al Binaa atau lebih popular dikenal dengan Al Binaa Islamic Boarding School adalah salah satu wadah, ladang, lembaga dan tempat yang diperuntukkan bagisiapa saja yang ingin ikut serta dan bermusahamah dalam mengemban risalah dakwah ini. Sebuah misi dan risalah yang tidak menjanjikan kehidupan serba materi yang selalu berhitung diatas logika untung dan rugi.Tetapi dasar dari semua ini adalah keterpanggilan akan sebuah kesadaran keimanan dan keislaman yang paling mendalam dimana parameter semua sisi kehidupannya tidak lagi diukur menurut hokum dunia semata tetapi lebih kepada jawaban dari sebuah pertanyaan : “Apa yang telah dan akan saya khidmahkan untuk Islam dan kaum muslimin ini ?”, “Dan dengan bekal apa saya menghadap Robbul’alamin di Yaumil Qiyamah nanti ?”.

B. SEKILAS LAHIRNYA PROGRAM YATIM AL BINAA

Ilmu  merupakan salah satu nikmat besar yang Allah ﷻ berikan kepada para hamba-Nya. Dengan ilmu, kita bisa membedakan antara manusia dan hewan serta Allah ﷻ akan mengangkat beberapa derajat bagi orang yang berilmu.

Tujuan dari pendidikan adalah bagaimana merubah akhlak dengan perilaku yang baik sehingga manusia bisa dihiasi dengan ahklak yang hasan dengan bersandarkan pada ilmu yang dimilikinya. Dan ilmu itu sebagaimana yang kita ketahui harus didatangi karena ilmu itu akan membekas dengan kita mendatanginya kepada seseorang yang dianggap sebagai orang yang berilmu. Dan salah satu perantara bagaimana seseorang itu bisa mencapai ilmu pengetahuan adalah adanya lembaga pendidikan atau sekolah.

Program yatim di Al Binaa tidak bisa dipisahkan dengan sosok Wakif Al Binaa (Pemberi Wakaf), yaitu H. Muhammad Yasin Rahimahullah dan keluarga, cita-cita beliaulah yang sangat mulia hati untuk memberikan kesempatan kepada para anak yatim untuk belajar di Pesantren Al Binaa secara gratis (beasiswa penuh). Hal itu disambut dengan respon yang positif oleh masyarakat sekitar Al Binaa umumnya. Tepatnya pada tahun Pelajaran 2006-2007 Pesantren Al Binaa resmi membuka program khusus untuk anak-anak yatim beserta program-program penunjang lainnya yang secara resm idibuka oleh Perwakilan dari MUI Pusat Bapak H. Amin Jamaludin.

Seluruh santri yatim, mereka berada di Al Binaa selama 24 jam setiap harinya atau boarding (ber-asrama). Program yatim ini pendaftarannya hanyak khusus di jenjang SD saja, setelah mereka menamatkan jenjang Sekolah Dasar (SD) maka, mereka bisa langsung melanjutkan kejenjang berikutnya yaitu SMP dan SMA dengan tetap mereka menjadi tanggungan pihak Al Binaa atau (Beasiwa Penuh). Seluruh pembiayaan mereka sepenuhnya menjadi tangung jawab Pesantren Al Binaa mulai dari makan, sekolah, asrama, kebutuhan sehari-hari, peralatan mandi, seragam, buku-buku paket dan tulis, serta uang saku setiap hari dan lain-lain.

Dan sampai tahun 2018 ini, jumlah santri yatim yang menjadi tanggungan Al Binaa sebanyak 200 (dua ratus) orang terdiri dari 3 jenjang yaitu SD, SMP dan SMA. Secara demografi bahwa santri-santri yatim yang sekarang ada di Al Binaa dating dari berbagai daerah nusantara Indonesia mulai dari Aceh, Medan, Pekanbaru, Padang, Palembang, Jambi, Lampung, Bengkulu, Banten, Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, JawaTimur, Pontianak, Samarinda, Banjarmasin, Makassar, Tolitoli, dan Lombok.

Akhirnya hanya kepada Allah ﷻ kami memohon dan berlindung, semoga Al Binaa tetap diberikan kekuatan dalam mengurus para santri yatim ini. Sebagaimana janji Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, dari Sahl bin Sa’ad Radhiallahu‘anhu dia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Aku dan orang yang menanggung anak yatim (kedudukannya) di surga seperti ini”, kemudian beliau Shallallahu ‘alaihi wasallam mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengah beliau shallallahu ‘alaihi wasallam, serta agak merenggangkan keduanya [HR al-Bukhari no. 4998 dan 5659].