Pemuda yang Tumbuh dalam Ketaatan Kepada Allah ta’ala

Nabi bersabda “Ada tujuh golongan yang akan mendapatkan naungan Alloh pada suatu hari yang tidak ada naungan kecuali naungan Nya … -satu diantaranya adalah- : pemuda yang tumbuh besar dalam ketaatan kepada Alloh.”.

Mentari ke-empat belas bulan oktober baru saja menyingsing, membasuh kesibukan pagi para santri. Hari ini ada yang berbeda dan terasa spesial bagi mereka, bab akan datang tamu istimewa, Ustadz Dr. Sofyan Baswedan.LC.MA , salah satu tokoh dakwah sunnah di negeri ini. Hari itu akan hadir dan membawakan tabligh akbar di kampus kami, di masjid Riyadhus Sholihin.

“Tentang naungan Alloh, mengapa naungan itu sangat penting untuk kita perjuangkan?.” Demikian, sebuah pertanyaan yang beliau lontarkan, membuka tabligh akbar hari itu.

Ada tiga alasan mengapa pada saat itu kita sangat membutuhkan naungan ini;

  1. Matahari di dekatkan hingga jarak 1 mil.
  2. Kala itu bumi sudah diratakan oleh Alloh, dan tidak ada lagi tempat untuk berteduh.
  3. Karena kondisi manusia saat itu tidak berpakaian.

Maka genaplah sudah penderitaan manusia kala itu.
Adakah yang akan kuat menahan terik, ketika matahari didekatkan sedangkan kita dalam keadaan tidak berpakaian, bahkan sehelai ? Sampai-sampai Rosul memberitahu bahwa sebagian manusia ada yang berenang dengan keringatnya sendiri. Jangankan mencari tempat berteduh (yang memang sudah tidak ada), manusia kala itu sedang diliputi rasa takut, hingga sedikit bergeser tempat pun tidak berani.

Demikianlah, naungan Alloh menjadi sesuatu yang sangat istimewa dan sangat dibutuhkan. Dan sesuatu yang luar biasa dan istimewa, tidaklah akan didapatkan kecuali oleh hamba yang luar biasa dan juga istimewa.

Satu diantara golongan istimewa itu, disebutkan oleh Rosululloh adalah: seorang pemuda yang tumbuh besar dalam ibadah dan ketaatan kepada Alloh.

Syaab atau pemuda adalah fase usia setelah baligh hingga usia 33 tahun.

Ulama menjelaskan tentang kata syaab dalam hadist ini memiliki beberapa penafsiran:

  1. Sudah pandai ibadah sejak masa kecil hingga dewasanya.
  2. Masa mudanya didominasi oleh ketaatan dan ibadah kepada Alloh.

“Lalu mengapa pemuda yang mendapatkan keistimewaan ini? Apa yang spesial dari pemuda ?”

Diantara hal yang menjadikan mereka istimewa adalah :

  1. Masa muda adalah masa dimana syahwat berada di puncak gejolaknya. Dan sudah menjadi hal yang dimaklumi, perilaku sebagian besar orang pada fase ini cenderung mengikuti syahwatnya. Maka seorang syaab nasya’a fii ibadatillah (pemuda yang tumbuh dalam ketaatan kepada Allah) memilih untuk berbeda, memilih untuk menjadi antonim dari mayoritasnya. Mereka ridho menghabiskan masa-masa ‘indah’nya untuk tenggelam dalam ketaatan kepada Nya. Demikianlah masa itu menjadi istimewa bagi mereka.
  2. Pada fase ini seorang memiliki tenaga yang masih kuat dan banyak waktu luang. Dimana seseorang belum terbebani oleh berbagai pikiran seperti pikiran akan keluarga ataupun pekerjaan.
  3. Para pemuda ini berhasil membuat Alloh takjub.

Pemuda dalam islam memiliki kedudukan yang sangat penting. Sebagaimana hadist Nabi, manfaatkan yang lima sebelum kedatangan yang lima. Dalam hadist ini, masa muda disebutkan pada posisi kedua. Juga dalam hadist yang lain, Rosululloh bersabda;

لا تزول قدما عبد يوم القيامة حتى يسأل عن شبابه فيما ابلاه

“Tidak akan bergeser kedua kaki hamba pada hari kiamat hingga ia ditanya tentang masa mudanya, bagaimana ia melaluinya.”.

Masa muda adalah masa keemasan. Sudah selayaknya bagi para pemuda yang berjiwa tangguh mengisinya dengan berbagai rutinitas ketaatan dan ibadah. Maka diantara Ibadah-ibadah yang agung dan dicintai oleh Alloh :

1.Merealisasikan tauhidulloh.
Tauhid adalah hal yang paling penting dalam islam, yang mana hal ini adalah syarat utama diterimanya seluruh amalan seorang hamba sebagai ibadah. Sebagaimana firman Alloh ta’ala ;

وَلَقَدْ أُوحِيَ إِلَيْكَ وَإِلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكَ لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

“Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu: “Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi.”.

Diantara buah yang akan didapatkan seorang hamba dengan tauhid;

> Tauhid membawa kemuliaan, sebagaiman kisah burung Hud-Hud dengan nabi sulaiman.
> Tauhid juga akan memberikan kekuatan, sebagaimana kisah pemindahan singgasana ratu Bilqis.
> Dan yang paling penting tauhid tidak bisa dihargai dengan apapun, karena tauhid adalah hal yang paling mahal, asset yang paling agung, dan anugerah yang paling indah yang dimiliki oleh seorang hamba.

2. Sholat
Sholat adalah rukun kedua dalam islam, juga amalan yang akan dihisab pertama kali di akhirat kelak. Sebagaimana sholat juga akan memelihara seorang hamba dari kekufuran. Sebagaimana sabda Rosululloh ;

العهد الذي بيننا وبينهم الصلاة، فمن تركها فقد كفر

“Perjanjian antara kita dengan mereka adalah shalat, siapa yang meninggalkannya, maka dia telah kafir.” (HR. Ahmad, Abu Daud, Tirmizi, Nasa’i, dan Ibnu Majah)

3. Dzikir
Dzikir memiliki keutamaan yang sangat banyak, diantaranya adalah; seorang yang selalu berdzikir namanya akan terus disebut di langit, dan Alloh dekat dengannya. Ketika ia memohon Alloh akan kabulkan. Ketika ia dalam kesusahan Alloh akan membantunya. Dan Alloh juga sudah berjanji akan membangunkan untuknya rumah disurga. Allah berfirman :

فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلَا تَكْفُرُونِ

“ Maka ingatlah kepada Ku, niscaya Aku akan ingat kepadamu. Bersyukurlah kepada Ku. Dan janganlah kamu ingkar kepada Ku “. ( Qs. Al Baqarah : 152)

3. Birrul Waalidain (Berbakti Kepada Kedua Orang Tua)
Rosululloh bersabda;

أي العمل أحب إلى الله تعالى؟ قال: الصلاة على وقتها، وقال: قلت: ثم أي؟ قال: بر الوالدين، قلت: ثم أي؟ قال: الجهاد في سبيل الله

“Amalan apa yang paling dicintai Allah? Beliau menjawab: Shalat pada waktunya, kemudian apa? beliau menjawab: Berbakti kepada kedua orang tua, kemudian apa? Beliau menjawab: Jihad fi sabilillah. Rosululloh menyebutkan berbakti kepada kedua orang tua berada setelah sholat dan diatas jihad fii sabilillah.”.

“Ada banyak cara untuk menjaga kita tetap istiqomah di atas ketaatan”, lanjut Ustadz jebolan UIM ini dipenghujung ceramah beliau.

Salah satu cara agar kita tetap istiqomah dalam ketaatan adalah; mencari teman yang baik, yang terus mengajak kita kepada ketaatan. Istiqamah dalam ketaatan adalah hal yang sangat urgen, karena akhir dari istiqomah itu adalah kematian. Sebagaimana firman Alloh;

وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّى يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ

“Dan sembahlah Rabbmu sampai datang kepadamu al yaqin (yakni ajal).” (QS. Al Hijr: 99).

“Bagaimana jika dilanda futur?”

Jika semangat sedang lesu, tetaplah perhatikan ibadah-ibadah yang wajib kita kerjakan dan jangan sampai ditinggal. Begitu juga kita harus perhatikan hal-hal yang haram, jangan sampai terjerumus kedalamnya.

Diantara trik dalam mengatasi futur ketika beribadah:

-Variasi ibadah
-Tafakkur akan kebesaran Alloh, Rob Semesta Alam.
-Mencari teman-teman yang semangat mengerjakan ketaatan.
-Membaca kisah-kisah yang memotivasi untuk selalu berada dalam ketaatan. Seperti kisah-kisah Nabi, kisah Rosululloh, kisah para sahabat, dan para ulama.

Demikian sedikit pelajaran yang sempat terekam dalam memori ini. Dan semoga yang sedikit ini dapat bermanfaat. Jazallahu khairan kepada Ustadz Dr. Sofyan Baswedan.LC.MA atas kesediaannya berkunjung dan memberi banyak pencerahan kepada kami. Wal hamdulillahi Rabbil ‘Aalamiin

(Hafidz Nur Faizin, Mahasantri semester III Ma’had Aly Al Binaa).

2018-10-17T07:05:14+00:00 16 October 2018|Kegiatan|Comments Off on Pemuda yang Tumbuh dalam Ketaatan Kepada Allah ta’ala